INTERPRETASI EKG
( ELEKTROKARDIOGRAM )
Diajukan untuk memenuhi tugas
Ilmu Dasar Keperawatan I
Disusun oleh :
Kelompok 9
1.
Agna Fara Hamdala (1311311087)
2.
Dahlia Lara Sikumalay (1311312012)
3.
Isni Shafira Aulia (1311311025)
4.
Melly Elya Yeriza (1311311022)
5.
Puti Kulindam Suto (1311311043)
6.
Sonia Mestika Hernandez
(1311311053)
7.
Siti Khadijah Al-madany
(1311311035)
8.
Tria Wulandari (1311312006)
9.
Uci Sri Wahyuni (1311311082)
FAKULTAS KEPERAWATAN
UNIVERSITAS ANDALAS
UNIVERSITAS ANDALAS
PADANG
2013
2013
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT
yang telah memberikan nikmat dan karunia-Nya sehingga makalah berjudul “Elektrokardiografi” dapat diselesaikan dengan
lancar.
Penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya
kepada seluruh pihak yang telah membantu
dalam penyelesaian makalah ini.
Penulis menyadari bahwa makalah
ini jauh dari kesempurnaan, untuk itu dengan senang hati penulis menerima
kritik dan saran yang sifatnya membangun demi kesempurnaan makalah ini.
Demikianlah
makalah ini dibuat. Mudah-mudahan makalah ini dapat memberikan manfaat bagi
kita semua, dan untuk itu penulis mengucapkan banyak terima kasih.
Padang,
15
September 2013
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR............................................................................
DAFTAR ISI...........................................................................................
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang...............................................................................
B. Tujuan............................................................................................
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
A. Dasar Teori ...................................................................................
B. Elektrokardiogram.........................................................................
a.
Pengertian Elektrokardiogram.................................................
b.
Manfaat Elektrokardiogram....................................................
c.
Sandapan Elektrokardiogram.................................................
d.
Kertas Elektrokardiogram.......................................................
e.
Macam-Macam Gelombang
Elektrokardiogram.....................
f.
Prosedur Pelaksanaan Pemeriksaan Elektrokardiogram.........
C.
Perbandingan nilai normal Elektrokardiogram dengan hasil
pratikum........................................................................................
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan.. ....... ............................................................................
B. Saran.......... ....... ............................................................................
DAFTAR PUSTAKA.............................................................................
BAB I
PENDAHULUAN
A.Latar Belakang
Elektrokardiogram ( EKG ) adalah
grafik yang dibuat oleh kardiograf, yang merekam aktivitas kelistrikan jantung
dalam waktu tertentu. Analisis sejumlah gelombang dan vektor normal
depolarisasi dan repolarisasi menghasilkan informasi diagnostik yang penting.
Pada EKG terdapat gambaran sinyal yang dihasilkan oleh jantung dengan
meletakkan duabelas sandapan ke beberapa bagian permukaan tubuh pasien.
Berdasarkan sejarah orang pertama yang mengadakan pendekatan sistematis pada
jantung dari sudut pandang listrik adalah Augustus Waller. Mesin elektrokardiografnya terdiri atas
elektrometer kapiler Lippmann yang dipasang ke sebuah proyektor. Jejak detak
jantung diproyeksikan ke piringan foto yang dipasang ke sebuah kereta api mainan.
Hal ini memungkinkan detak jantung untuk direkam dalam waktu yang sebenarnya.
Gebrakan baru bermula saat seorang dokter Belanda kelahiran Kota Semarang,
bernama Willem Einthoven. Ia menggunakan galvanometer senar yang ditemukannya
pada tahun 1901, yang lebih sensitif daripada elektrometer kapiler yang
digunakan Waller. Einthoven menuliskan huruf P, Q, R, S dan T ke sejumlah
defleksi, dan menjelaskan sifat-sifat elektrokardiografi sejumlah gangguan
kardiovaskuler.
B. Tujuan
·
Untuk mengetahui pengertian Elektrokardiogram
·
Untuk mengetahui manfaat Elektrokardiogram
·
Untuk mengetahui cara menggunakan
Elektrokardiogram
·
Untuk mengetahui cara menghitung elektrokardiogram (EKG)
BAB II
TINJAUAN
PUSTAKA
A. Dasar Teori
1. ANATOMI DAN FISIOLOGI JANTUNG
Jantung terdiri dari 4 bagian yaitu atrium (dextra dan sinistra) &
ventrikel (dextra dan sinistra). Jantung mempunyai aktifitas listrik meliputi:
Sino Atrio Nodus, Atrio Ventrikuler Nodus, Berkas His dan Serabut Purkinje,
inilah point penting dalam pembacaan EKG.
Lihat gambar diatas
bagaimana aktifitas jantung bekerja:
Berawal dari aliran lisrtik yang di kendalikan oleh pacu jantung khusus yaitu Nodus Sinus Atrial (SA) di dinding atrium kanan, dimana impuls secara terus menerus dilepaskan. Dari Nodus SA suatu gelombang rangsangan di hantarkan melewati dinsing atrium yang menyebabkanya berkontraksi. Nodus AtrioVentrikular (AV) menerima gelombang rangsangan dan meneruskanya melalui Serat purkinje di berkas His yang menyebabkan rangsangan dan kontraksi dinding ventrikel kanan dan kiri. Gelombang rangsangan menyebar di seluruh dinding jantung di sertai perubahan muatan listrik yang dapat di terima dari dinding dada dan di rekam pada Elektrokardiografi.
Berawal dari aliran lisrtik yang di kendalikan oleh pacu jantung khusus yaitu Nodus Sinus Atrial (SA) di dinding atrium kanan, dimana impuls secara terus menerus dilepaskan. Dari Nodus SA suatu gelombang rangsangan di hantarkan melewati dinsing atrium yang menyebabkanya berkontraksi. Nodus AtrioVentrikular (AV) menerima gelombang rangsangan dan meneruskanya melalui Serat purkinje di berkas His yang menyebabkan rangsangan dan kontraksi dinding ventrikel kanan dan kiri. Gelombang rangsangan menyebar di seluruh dinding jantung di sertai perubahan muatan listrik yang dapat di terima dari dinding dada dan di rekam pada Elektrokardiografi.
2. GAMBARAN EKG NORMAL
Pada dasarnya EKG terdiri dari banyak gelombang,
yang tiap gelombang mewakilkan satu denyut jantung (satu kali aktifitas listrik
jantung).
Lihat gambar satu gelombang EKG:
Lihat gambar satu gelombang EKG:
Dalam satu gelombang EKG terdiri ada yang disebut
titik, Interval dan Segmen. Titik terdiri dari titik P, Q, R, S, T dan U
(kadang sebagian referensi tidak menampilkan titik U) sedangkan Interval
terdiri dari PR interval, QRS interval dan QT interval dan Segmen terdiri dari
PR segmen, dan ST segmen.
Penjelasan gambar :
- Titik P mempunyai arti bahwa terjadinya denyutan/kontraksi pada atrium jantung (dextra & sinistra)
- Titik Q, R dan S mempunyai arti bahwa terjadinya denyutan/kontraksi (listrik) pada ventrikel jantung (dextra & sinistra)
- Sedangkan titik T berarti relaksasi pada ventikel jantung.
B. Elektrokardiogram
a. Pengertian Elektrokardiogram
Secara harfiah elektrokardiogram
berasal dari tiga kata yaitu :
Elektro yang berkaitan dengan elektronika
Kardio yang
berasal dari bahasa Yunani yang artinya jantung
Gram yang berarti tulis atau menulis
Secara umun Elektokardiogram adalah suatu grafik yang menggambarkan rekaman
listrik jantung.
Sedangkan ilmu yang mempelajari aktifitas listrik jantung disebut
Elektrokardiografi.
Menurut Price pada tahun 2006 Elektrokardiogram
adalah suatu pencatatan grafis aktivitas listrik jantung .
b. Manfaat Elektrokardiogram
Merupakan standar emas untuk
diagnosis aritmia jantung
EKG memandu tingkatan terapi dan risiko untuk
pasien yang dicurigai ada infark otot
jantung akut
EKG membantu menemukan gangguan elektrolit
(mis.hiperkalemia dan hipokalemia)
EKG memungkinkan penemuan abnormalitas
konduksi (mis. blok cabang
berkas kanan dan kiri)
EKG digunakan sebagai alat tapis penyakit jantung iskemikselama uji stres
jantung
EKG kadang-kadang berguna untuk mendeteksi
penyakit bukan jantung (mis. emboli paru atau hipotermia)
c.
Sandapan Elektrokardiogram
Sandapan atau lokasi penempatan Elektrokardiogram.
Untuk memperoleh rekaman EKG dipasang elektroda-elektroda di kulit pada
Untuk memperoleh rekaman EKG dipasang elektroda-elektroda di kulit pada
tempat-tempat tertentu. Lokasi penempatan
elektroda sangat penting diperhatikan, karena penempatan yang salah akan
menghasilkan pencatatan yang berbeda.
Terdapat 3 jenis sandapan (lead) pada EKG yaitu :
A. Sadapan Prekordial
Merupakan sadapan V1, V2, V3, V4, V5, dan V6 yang ditempatkan secara langsung di dada.
Merupakan sadapan V1, V2, V3, V4, V5, dan V6 yang ditempatkan secara langsung di dada.
- Sadapan V1 ditempatkan di ruang intercostal IV di kanan sternum.
- Sadapan V2 ditempatkan di ruang intercostal IV di kiri sternum.
- Sadapan V3 ditempatkan di antara sadapan V2 dan V4.
- Sadapan V4 ditempatkan di ruang intercostal V di
- Sadapan V5 ditempatkan secara mendatar dengan V4 di linea axillaris anterior.
- Sadapan V6 ditempatkan secara mendatar dengan V4 dan V5 di linea midaxillaris.
B. Sandapan Bipolar
Merekam perbedaan potensial dari 2 elektroda, yang ditandai dengan angka romawi I, II dan III
Merekam perbedaan potensial dari 2 elektroda, yang ditandai dengan angka romawi I, II dan III
- Sandapan I : merekam beda potensial antara tangan kanan (RA) yang bermuatan negatif (-) tangan kiri bermuatan positif (+).
- Sandapan II : merekam beda potensial antara tangan kanan (-) dengan kaki kiri (LF) yang bermuatan (+)
- Sandapan III : merekam beda potensial antara tangan kiri (LA) yang bermuatan (-) dan kaki kiri (+).
C. Sandapan Unipolar
Sandapan Unipolar Ekstremitas
* aVR : merekam potensial listrik pada tangan kanan (RA) yang bermuatan (+),dan elektroda (-) gabungan tangan kiri dan kaki kiri membentuk elektroda indifiren.
Sandapan Unipolar Ekstremitas
* aVR : merekam potensial listrik pada tangan kanan (RA) yang bermuatan (+),dan elektroda (-) gabungan tangan kiri dan kaki kiri membentuk elektroda indifiren.
* aVL : merekam potensial
listrik pada tangan kiri (LA) yang bermuatan (+), dan muatan (-) gabungan
tangan kanan dan kaki kiri membentuk elektroda indifiren.
* aVF : merekam potensial listrik pada kaki kiri (LF) yang bermuatan (+) dan elektroda (-) dari gabungan tangan kanan dan kaki kiri membentuk elektroda indifiren.
* aVF : merekam potensial listrik pada kaki kiri (LF) yang bermuatan (+) dan elektroda (-) dari gabungan tangan kanan dan kaki kiri membentuk elektroda indifiren.
Pada gambar di atas tampak :
* Sandapan Prekordial —-> lead V1, V2, V3, V4,
V5, V6
- Sandapan Bipolar —-> lead I, lead II, Lead III
- Sandapan Unipolar Ekstremitas —-> lead aVR, aVL, aVF
·
Kertas EKG merupakan kertas
grafik dengan jarak 1 mm (disebut kotak kecil),
·
garis yang lebih tebal berjarak 5 mm (disebut kotak sedang)
·
Garis horisontal menggambarkan waktu, kecepatan kertas 25 mm/detik
·
Maka 1 detik = 25 kotak kecil,
·
1 menit = 60 x 25 = 1500 kotak kecil = 300 kotak sedang
·
1 kotak kecil = 1/25 = 0,04 detik
·
5 kotak kecil = 1 kotak sedang = 0,004 x 5 = 0,2 detik
·
Garis vertikal menggambarkan voltase, dimana 1 mm = 0,1 mVolt
c.
Kertas Elektrokardiogram
Kertas EKG merupakan kertas grafik yang terdiri dari
garis horisontal dan vertikal berbentuk bujur sangkar dengan jarak 1 mm. Garis
yang lebih tebal (kotak besar) terdapat pada setiap 5 mm. Garis horizontal
menggambarkan waktu (detik) yang mana 1 mm (1 kotak kecil) = 0,04 detik, 5 mm
(1 kotak besar) = 0,20 detik. Garis vertical menggambarkan voltase yang mana 1
mm (1 kotak kecil) = 0,1 mV.
Perekaman EKG dibuat dengan kecepatan 25 mm/detik.
Kalibrasi biasa dilakukan 1 milivolt yang menghasilkan defleksi setinggi 10 mm.
Pada keadaan tertentu kalibrasi dapat diperbesar menjadi 2 milivolt atau
diperkecil menjadi 0,5 milivolt.
d.
Macam macam gelombang Elektrokardiogram
Gelombang-gelombang yang terdapat pada EKG
antara lain:
1.
Gelombang P
Gelombang P adalah gelombang yang tercipta karena depolarisasi otot atrium
sebelum atrium mengalami kontraksi. Normalnya setinggi 2,5 atau kurang dan
durasinya 0,11 detik atau kurang.
Defleksi negatif pertama gelombang P adalah gelombang
Q. Durasinya sekitar 0,03 detik dengan amplitudo kurang dari 25% gelombang R.
Defleksi positif pertama gelombang P adalah gelombang R.
Defleksi negatif pertama gelombang R adalah gelombang
S.
2.
Kompleks QRS menggambarkan depolarisasi otot ventrikel.
Durasinya berkisar antara 0,04-0,1 detik
3. Gelombang T menggambarkan
repolarisasi otot ventrikel.
4. Gelombang U menggambarkan
repolarisasi serat Purkinje.
5. Segmen ST terjadi di akhir gelombang S
sampai permulaan gelombang T. Segmen ini menggambarkan repolarisasi ventrikel
awal.
6. Interval PR diukur dari
permulaan gelombang p sampai permulaan gelombang Q atau R. Gelombang
ini menggambarkan waktu yang diperlukan untuk depolarisasi atrium dan
perlambatan impuls di nodus AV sebelum depolarisasi ventrikel. Durasinya
berkisar antara 0,12 sampai 0,2 detik.
7.Interval QT menggambarkan
waktu total repolarisasi dan depolarisasi ventrikel, diukur dari awal
gelombang Q atau R, jika tidak ada gelombang Q, diakhiri dengan gelombang T.
Durasinya antara 0,32 sampai 0,4 detik.
C. HASIL
LAPORAN KEGIATAN
Nama Pasien : Tri
Setiawan
Umur : 18 tahun
Jenis Kelamin : Laki laki
Tanggal Pemeriksaan : 19 September 2013 pukul 14:41
Tempat : Ruangan Keperawatan Maternitas
Tempat : Ruangan Keperawatan Maternitas
F. Prosedur Pelaksanaan Pemeriksaan EKG
Alat-alat yang dibutuhkan:
1. Mesin elektrokardiogram
2. Elektroda ektremitas
3. Elektroda isap (suction electrode)
4. Kawat penghubung klien dan kawat penghubung tanah/ grounding
5. Kapas/ tissue
6. Alcohol
7.
Elektroda jelly
8. Probandus
Cara kerja:
1. Probandus disuruh berbaring dengan bagian dada bebas
dari pakaian dan bahan-bahan logam yang dipakai seperti cincin, jam tangan,
ikat pinggang, dsb sebaiknya dibuka agar tidak menggangu rekaman.
2. Cream atau jelly dioleskan pada tempat dimana akan
dipasang elektroda untuk mengurangi resistensi.
3. Keempat elektroda ekstremitas dipasang pada kedua
pergelangan tangan dan kedua pergelangan kaki pada bagian medial.
4. Elektroda tersebut dipasang dengan ketat.
Kabel sadapan dihubungkan pada EKG dan ujung-ujungnya dihubungkan pada elektroda yang sesuai.
Elektroda dipasang pada dada sbb:
V1 : parasternal dextra intercostalis 4 (merah)
V2 : parasternal sinistra intercostalis 4 (kuning)
V3 : pada pertengahan antara V2 dan V4 (hijau)
V4 : pada linea midclavicula kiri intercostralis 5 (coklat)
Kabel sadapan dihubungkan pada EKG dan ujung-ujungnya dihubungkan pada elektroda yang sesuai.
Elektroda dipasang pada dada sbb:
V1 : parasternal dextra intercostalis 4 (merah)
V2 : parasternal sinistra intercostalis 4 (kuning)
V3 : pada pertengahan antara V2 dan V4 (hijau)
V4 : pada linea midclavicula kiri intercostralis 5 (coklat)
V5 : pada linea
axillaris anterior (hitam)
sV6 : pada linea midaxillaris (ungu)
sV6 : pada linea midaxillaris (ungu)
5. Ujung-ujung kabel sadapan dihubungkan pada elektroda
dada yang sesuai.
EKG dihubungkan pada sumber listrik.
EKG dihubungkan pada sumber listrik.
6. Nyalakan alat dan set alat sesuai yang diinginkan dan
tunggu sampai hasilnya muncul. Hal-hal yang diperhatikan saat perekaman, yaitu
: Keadaan sekitar pasien , keadaan psikologis pasien, hasil rekaman EKG.
7. Keempat elektroda ekstremitas dicabut. Keenam
elektroda dada dicabut.
8.
Alat perekam EKG dimatikan.
G. Perbandingan Nilai Normal EKG dengan Hasil Pratikum
No
|
Gelombang EKG
|
·
Nilai Normal Gelombang
EKG
|
Hasil yang di dapat saat Pratikum
|
1.
|
Gelombang P
|
·
Tinggi tidak lebih dari 3 kotak kecil (<0,30 detik)
·
Lebar tidak lebih dari 3 kotak kecil(<0,12 detik)
·
Positif kecuali di aVR
·
Gelombang simetris
|
·
Tinggi : 1 kotak kecil
(Lead II)
·
Lebar : 1,5 kotak kecil
( Lead II)
·
|
2.
|
Kompleks QRS
|
·
Lebar 0,06- 0,12 detik
( 1,5 – 3
kotak kecil )
·
|
·
Lebar 3 kotak kecil 0,12 detik
( Laed II)
·
Tinggi 20 kotak kecil
( Lead II )
|
3.
|
Segmen ST
|
·
|
|
4.
|
Gelombang T
|
·
Positif
|
·
Positif
(Lead II )
|
5.
|
Irama Jantung
|
Sinus
dan Reguler
|
Sinus
dan Reguler
(Lead II)
|
6.
|
Frekuensi
Jantung
|
antara
60-100
|
HR :
1500/16 = 93,75
(Lead II) |
7.
|
Axis
|
Lead II
( positif)
aVf (positif)
|
Lead II ( postif)
aVf (positif)
|
BAB III
PENUTUP
A.Kesimpulan
Pada gambaran EKG gelombang P tidak di temukan mungkin terjadi kelainan
Pulmonal / Runcing: RAH atau Mitral / berlekuk lebar: LAH
B. Saran
Dengan adanya pembelajaran tentang EKG,maka kenalilah dulu pasien kita.
Benar bahwa EKG saja dapat dibaca dengan cukup tepat, tetapi kekuataan alat ini
baru betul-betul muncul bila diintregasikan dengan penilaian klinik secara
total.
Kenalilah lebih dalam dulu dasar-dasar
tentang EKG,maka seorang perawat akan dapat menguasai materi dan mampu untuk
mempraktekannya.
DAFTAR PUSTAKA
8